"Sejuta rangkaian kata cinta"

Rabu, 11 Mei 2016

Laporan Pendahuluan Tindakan Resusitasi

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIK MANDIRI TERSETRUKTUR PENDAMPING(PMTP)
AKADEMI KEBIDANAN BAKTI UTAMA PATI
TAHUN AKADEMI 2015/2016

Nama Mahasiswa       : Lintang Kirna Firma I
NIM                             : 1014025
Mata Kuliah                : Kegawatdaruratan maternal dan neonatal
Jenis Kompetensi        : Kegawatdaruratan Maternal
Perasat                        : Resusitasi
Semester/Kelompok   : IV/III

A.     Latar Belakang
Resusitasi adalah segala usaha untuk mengembalikan fungsi sistem pernafasan, peredaran darah dan otak yang berhenti atau terganggu sedemikian rupa agar kembali normal seperti semula. (FKUI, 2002, hal. 998). Resusitasi bayi baru lahir harus mengikuti pendekatan yang sistematis. Resusitasi ini dilakukan dalam dua tahap yaitu resusitasi dasar dan resusitasi lanjutan. Resusitasi dasar dilakukan dan diteruskan dengan resusitasi lanjutan hanya apabila bayi tidak membaik.
Tindakan ini merupakan tindakan kritis yang dilakukan pada saat terjadi kegawatdaruratan terutama pada sistem pernafasan dan sistem kardiovaskuler. kegawatdaruratan pada kedua sistem tubuh ini dapat menimbulkan kematian dalam waktu yang singkat (sekitar 4 – 6 menit).
Dilakukanya resusitasi yaitu karena terjadinya oksigenasi yang tidak efektif dan perfusi yang tidak adekuat pada neonatus dapat berlangsung sejak saat sebelum persalinan hingga masa persalinan.
Gejala umum yang terjadi pada bayi baru lahir yang memerlukan tindakan resusitasi adalah bayi yang baru lahir namun tidak mampu untuk menghirup oksigen dengan adekuat dengan tanda dan gejala : Bayi tidak bernapas atau napas megap-megap, denyut jantung kurang dari 100 x/menit, kulit sianosis, pucat, tonus otot menurun, tidak ada respon terhadap refleks rangsangan.Resusitasi lebih penting diperlukan pada menit-menit pertama kehidupan. Jika terlambat, bisa berpengaruh buruk bagi kualitas hidup individu selanjutnya.
Dampak yang akan terjadi apabila tidak dilakukan resusitasi pada bayi baru lahir yaitu dapat menyebabkan beberapa masalah seperti bayi akan mengalami kekurangan aksigen di dalam tubuhnya yang mana kondisi ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf serta kerusakan pada otak dan alat-alat vital lainnya sebagai akibat dari tidak adanya transportasi oksigen dari paru-paru ke organ0organ tersebut yang mana jika bayi tetap berada dalam kondisi ini maka bayi akan mengalami kematian. Oleh sebab itulah diperlukan adanya tindakan resusitasi untuk meminimalisir resiko yang terjadi serta untuk tetap mempertahankan kelangsungan hidup bayi.
B.      Tujuan
1. Memulihkan fungsi pernafasan bayi baru lahir yang mengalami asfiksia
2. Mempertahankan jalan nafas yang bersih
3.  Membantu pernafasan membantu sirkulasi/ memulai kembali sirkulasi spontan
4. Memberikan ventilasi yang adekuat
5. Membatasi kerusakan serebi
6. Pemberian oksigen dan curah jantung yang cukup untuk menyalurkan oksigen kepada otak, jantung dan alat – alat vital lainnya

C.      Indikasi
1.      Bayi tidak menangis kuat atau menangis tapi hanya merintih
2.      Gerakan bayi lunglai
3.      Warna kulit bayi kebiruan
4.      Denyut jantung bayi 100x/mnt
5.      Terjadi sumbatan jalan nafas pada bayi  akibat lender atau mekonium
6.      Terdapat kerusakan neurologi (sitem syaraf) pada bayi

D.     Kontraindikasi
Tidak di lakukan pada bayi yang dapat bernafas dengan normal

E.      Persiapan Alat & Bahan
APD ( Clemek, Topi, kacamata, Masker dan Alas kaki )
 Handuk besar 2 buah
Kain bersih 1 buah (untuk pengganjal
Lampu sorot
Penghisap lendir ( de lee)
Sungkup
Sarung tangan steril
Adrenalin 0,01 – 0.03 mg/kg
Larutan klorin 0,5 %
 Oksigen
Jam tangan
 Kassa steril
Bak instrumen
Baki dan pengalas serta penutup
korentang

F.       Prosedur pelaksanaan
1.      Menyambut dengan sopan dan ramah serta memposisikan klien
2.       Memperkenalkan diri kepada klien
3.       Merespon terhadap reaksi klien
4.      Percaya diri
5.      Teruji memberikan rasa empati pada klien
6.      Menggunakan APD (celemek,topi,masker,alas kaki ,sarung tangan)
7.      Mencuci tangan 7 langkah
8.      memakai sarung tangan
             I.            LANGKAH AWAL RESUSITASI
9.      meletakkan bayi di bawah radiant warmer ( lampu penghangat )
10.  mengeringkan tubuh bayi dengan kain bersih dan kering
11.   memposisikan bayi dengan kepala ekstensi ke belakang dengan cara mengganjal bahu atas bayi setinggi 2-3 cm
12.   membersihkan jalan nafas bayi dengan cara menghisap lendir dari mulut kemudian hidung menggunakan penghisap lendir de lee
13.   memberikan rangsangan taktil dengan menepuk telapak kaki atau menggosok punggung bayi
14.  melakukan penilaian terhadap keadaan bayi ( pernafasan, denyut jantung, dan warnakulit)
           II.            VENTILASI TEKANAN POSITIF ( VTP ) apabila denyut jantung bayi < 100x/menit maka lakukan ventilasi tekanan positif
15.  mengecek kembali posisi bayi
16.  memilih sungkup yang tepat dan menempatkan sungkup pada muka bayi, sehingga menutupi dagu, mulut dan hidung
17.  Memastikan sungkup menutup secara rapat sehingga tidak ada udara keluar
18.  memeras kantong hanya menggunakan jari – jari dengan tekanan yang tidak terlalu kuat ( bayi cukup bulan : 30-40 CmH2O, bayi kurang bulan : 20 – 25 CmH2O )
19.  Mengecek perlekatan sungkup pada wajah. (jika dada mengembang berarti posisi sungkup sudah benar dan jika dada tidak mengembang) mengatur kembali posisi kepala dan sungkup, lalu mencoba lagi dengan tekanan yang sedikit lebih besar)
20.  Melakukan ventilasi selama 30 detik
21.  Menilai kembali keadaan bayi (denyut jantung, menangis dan warna kulit, respirasi )
22.  Alat-alat dibersihkan di rendam dalam larutan klorin 0,5%
23.  Mencuci tangan kedalam larutan klorin dan melepas sarung tangan secara terbalik
24.  Mencuci tangan 7 langkah

G.     Kesimpulan, saran & Advice



H.     Daftar Pustaka
Mochtar, Rustam.1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta:ECG 
Saifuddin,Abdul Bari,dkk.2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : PT Bina Sarwono Prawiroharjo


Pati, .......................................
   Dosen Pendamping                                                                 Praktikan




    (........................................)                                                   (Lintang Kirna F.I.)